Senin, 30 April 2012
Kualitas Sumber Daya Manusia
Kemajuan suatu negara tergantung kualitas SDM masyarakatnya, kualitas SDM tergantung sistem pendidikan yang diterapkan, sistem pendidikan yang terlalu general memeasukkan kurikulum mata pelajaran yang tidak mencetak spesialisasi sejak masa sekolah akan cenderung tidak bisa membentuk daya pikir dan daya nalar yang baik, terlalu membebani pikiran siswa, tidak focus pada pembentukan karaklter, kompetensi siswa sejak dini. Pendidikan yang focus akan lebih mencetak produktifitas lulusan ditambah pendidikan moral agama, budi pekerti, attitute, watak dan semangat tidak pantang menyerah, nasionalisme yang kuat, kepedulian pada sesama, tidak mudah putus asa, tidak suka instant tapi by proses, tidak suka membohongi diri sendiri dengan menyontek, membajak karya orang lain, suka tantangan dan berani bersaing sehat semuanya akan membentuk karakter manusia yang unggul dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Budaya tidak disiplin, suka koropsi dan main curang, tidak menghargai karya bangsa sendiri, lebih suka memakai produk asing dan bangga itu semua yang disukai pleh produsen bangsa lain dalam menjajah budaya konsumtif. Hal itu tidak disadari oleh bangsa kita yang lebih suka dibilang wah oleh teman dari sisi penampilan tetapi miskin investasi. Pemerintah kurang punya wibawa dihadapan rakyatnya, budaya korupsi sebagai akibat budaya kapitalisme dan liberalisme telah merambah kehidupan masyarakat, budaya penjajah dahlu memang telah membentuk karakter masyarakat yang tidak suka melihat temannya senang atau sukses dan lebih senang kalau orang lain susah. Budaya penjajah belanda yang memiskinkan dan membodohkan rakyat yang dijajkah telah terbukti yaitu bangsa kita tidak bisa berbahasa belanda, tidak seperti dijajah bangsa inggris. Politik devidet impera memecah belah antar kelompok, agama dipisahkan dari kehidupan duniawi, agama hanya sebagai ritual saja telah sukses membentuk budaya masyarakat kita, sehingga perilaku kehidupan kita banyak yang jAuh dari ajaran agama. Mencari dan menyekolahkan generasi penerus bangsa sampai ke luar negeri dan dengan anggaran negara, setelah sukses kembali ke negara untuk membangun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar